cantik prinsip & ironi
12.01.07

untuk seorang teman barusan: maaf. saya bukannya nggak mau ikut kajian keagamaan. tapi saya emoh kalau bahasannya kecantikan dan pernikahan. :(.

lagipula saya ada rencana lain saat ini.

kenapa ingin cantik? supaya laku? ingin diterima di sosial? kepuasan pribadi? mungkin di antara tiga itu. saya sendiri paling sreg dengan nomor 3. meskipun begitu, terus terang keinginan saya untuk jadi cantik tidak begitu besar. saya lebih ingin mampu menguasai objek studi saya dengan baik. menghadapi asisten paleontologi di teknik geologi dengan tenang (habis galak-galak sih, hehe). bisa lanjut sekolah setinggi-tingginya. menghasilkan tulisan yang seru. pikirannya berkembang. melawan arus dengan tenang dan dapat dimaklumi (sungguh paradoks! salmon aja nggak bisa bereproduksi dengan tenang karena melawan arus..).

cantik? do I care?

mungkin jiwa saya sedang senang melawan. kamu tahu, umur-umur segini jiwa biasanya menggebu-gebu. halah. meski dalam banyak hal, saya merasa telah "dijinakkan". tapi dalam banyak hal lain, saya rasa saya tidak bisa "dijinakkan" begitu saja. terutama masalah prinsip.

saya pernah baca bahwa tiap orang punya prinsip pribadi sendiri-sendiri. ada yang mampu dijelaskan, ada juga yang tidak bisa dijelaskan melalui medium bahasa — lebih pada medium sikap. ada yang memegang prinsip default (yang sudah ada dari sononya di ajaran agama, adat, lingkungan sosial, dan sebagainya), ada yang  memegang prinsip modifikasi (buat sendiri, atau modifikasi dari prinsip default.. kamu tahu maksud saya kan?). dengan atau tanpa maksud dan tujuan yang jelas. ada yang punya banyak prinsip dalam menjalankan hidup sehari-hari, ada juga yang cuma sedikit prinsipnya. dalam apa yang saya baca waktu itu, katanya selama prinsip ini tidak dibuat untuk mencelakakan makhluk lain, hendaknya prinsip ini dihormati dan dimaklumi. betapapun anehnya prinsip itu.

ini mengingatkan saya pada soal menghargai perbedaan. sampai sekarang, sepertinya menghargai perbedaan dan prinsip orang lain, masih sulit dilakukan banyak orang. saya sendiri sudah bosan membahas soal masalah itu sampai pada uraian dalam menurut pemikiran saya. yang jelas, saya suka muak dengan hal itu.

tapi itu berarti muak pada banyak sekali manusia. termasuk kamu, mungkin? hahaha.

tapi setiap orang punya kebaikan dan keburukannya masing-masing. kekasih saya (halah! — kekasih sama pacar beda cakupannya, saya gag punya pacar :B) pernah mengatakan sesuatu yang selalu saya ingat sejak pertama saya dengar dari dia. everyone is kind in their own way. ingat saja kebaikannya, lupakan atau minimal maklumi keburukannya. manusia mana ada yang sempurna. sedekat apapun kita pada seseorang, pasti suatu hari bakal ada konflik –baik kecil maupun besar– yang akan ada di antara kita. entah apa, tapi semoga itu nggak membuat kita tercerai-berai. kok jadi ngomongin ini? :)

saya jadi bisa lebih tenang hidup di bumi penuh manusia ini, kalau positive thinking begitu. santai aja lagi. ya paling tidak satu level kecil lebih tenang lah jadinya. tenang sekali sih tidak… bagaimana bisa tenang kalau dikejar deadline dari waktu ke waktu? ;P tapi ya seperti biasa coba hadapi dengan tenang deh. ngomong-ngomong, itu juga salah satu  prinsip saya.

jadi intinya adalah pengendalian diri™.
halah.

ironis, padahal baru saja saya lepas kontrol. menolak ajakan seorang teman dengan kasar waktu dia ajak ikut kajian muslimah tentang kecantikan :) ya waktu itu ada dua yang membuat saya kesal. pertama, saya diinterupsi saat tengah berjuang menyelesaikan tugas pribadi saya yang sudah lebih dari seminggu terbengkalai itu (saya paliiiiing ga suka diinterupsi waktu lagi mengerjakan sesuatu yang butuh fokus tinggi — secara saya sering susah fokus, saalh fouks). kedua, bahasan-nya itu loh … please deh ah :D

balik lagi ke soal prinsip.. saya sendiri tidak bisa bilang apa saya punya banyak prinsip atau tidak. karena saya hanya ingat soal itu kalau tengah menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan itu.

|| ditulis oleh kikie pada 12:00 am #

x x x x x x x x x x x x x

   

KOMENTAR PEMBACA »

  1. January 12, 2007| | 5:54 am

    santai aja lagi..

  2. January 12, 2007| | 8:43 am

    saya juga muak sama orang yang nggak bisa menghargai perbedaan :P ya piye yo…soale aku sendiri selalu mencoba tampil lain dgn orang kebanyakan, kekekeke

  3. January 12, 2007| | 9:31 am

    akhir2 ini saya sering emrasa rendah diri dengan bobot 62 kg ini…efeknya buruk bagi mood..

    tp saya malas olahraga, jadi yah…….pasrah saja….

    Kikieya: loh mba, bobot saia 80 loh :D :D sumpaaa

  4. January 12, 2007| | 3:22 pm

    Beda pendapat itu yang bikin hidup lebih hidup. Kalo ada yang ‘mematikan’ beda pendapat (i.e. maksain pendapat atawa ga mo denger pendapat orang lain), itu yang ga asiq. n bikin … chape deyh…

    Masalah cantique, semua orang udah diciptain sempurna, semua cantique. Gwe aja yang notabene hare gene masih single selalu merasa gwe cantique kok. he..he.. (masa’???)

    ps : sorry baru mampir lagi. :)

  5. January 12, 2007| | 5:08 pm

    perbedaan itu bukan perpecahan tapi malah menyatukan..

  6. January 12, 2007| | 6:54 pm

    memandang sinis dunia…. hummmm boleh juga tuh pandangan tentang cantik dan yang lainnya.. :D

  7. January 13, 2007| | 11:58 am

    Sayang kamu gak jadi ikut, coba kalo ikut kajian itu… mungkin postingan kali ini lebih ’seru’ deh… hihihi…. :D

  8. January 13, 2007| | 12:41 pm

    cantik … ya, perasaan sih semua wanita itu cantik.
    Gak percaya ? Tanya aja ama ibunya para wanita.
    Kalo perbedaan, menurut saya semua orang baiknya beda. Kalo gak beda bisa salah kamar, salah gandeng, salah megang dan salah-salah …
    Beda pendapat juga biasa,… jangankan beda pendapat, beda pendapatan juga gak masalah … :D

  9. January 13, 2007| | 12:44 pm

    sori, salah masukin http, punya orang tuh…*nyasar*

  10. January 13, 2007| | 2:43 pm

    seperti kata zuleyka rivera *halah siapa itu*, cantik itu sehat..
    hayo kie.. perbaiki pola hidupmu yg mengundang kanker hati ituu! heuhuehe
    anyway, kajian rohaniah tentang kecantikan?????? halahh!!!!!

  11. January 13, 2007| | 2:45 pm

    betoool.. be positip dan gembira kata cocacola.
    sepakat kata finkz, santai ajah lagi. maksudnya dibawa mengalir aja hidup ini jangan terlalu dipaksakan. otre :D

  12. January 14, 2007| | 2:48 pm

    jadi intinya adalah pengendalian diri? *ditimpuk* :p

    tapi lumayan setuju jugak sih, orang punya prinsip selama ga ngganggu yang laen sih ga masalah bwat aku :P (apakah ini maksudnya terlalu cuek ato gmn? entahlah.)

  13. January 16, 2007| | 6:58 pm

    By the way, blognya cantik.

  14. January 16, 2007| | 11:14 pm

    prinsip dan “kewajaran”, diharapkan bisa sejalan. tapi susahnya minta ampun…melakukan kewajaran di dalam masyarakat tanpa kompromi dengan prinsip… *sigh*

RSS feed for comments on this post.

beri komentar



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.